Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah seorang guru ekonomi
Tampilkan postingan dengan label Kelas X Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas X Semester 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Agustus 2020

KELAS X ( BAB. IV TERBENTUKNYA KESEIMBANGAN PASAR )

 Post By : Leo Agung Putra Tibonio, S.Pd


Hay Sobat,…

Kali ini kita akan membahas materi tentang terbentuknya keseimbangan pasar dan struktur pasar. Kalau untuk teorinya, aku yakin pasti sobat sekalian mudah untuk menguasainya, karena bersifat menghafal.
Maka dari itu aku lebih memfokus pada matematika ekonomi tentang bagaimana menentukan fungsi permintaan dan penawaran.

Oke..  kita langsung saja ya sobat…..

A. FUNGSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menggambarkan hubungan antaravariabel harga dan jumlah barang yang diminta.
Bentuk fungsi permintaan sebagai berikut :



2. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran berkaitan dengan hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang ditawarkan.
Bentuk fungsi penawaran sebagai berikut :



Tau nggak… dari ke dua bentuk fungsi di atas bisa di cari dengan satu rumus matematis saja loh….
Gini rumusnya sobat….



Mari kita langsung ke contoh soalnya ya sobat….

Pak Jefry seorang pejual kacang kedelai di pasar tradisional. Pada saat harga kedelai Rp. 10.500 per Kg, jumlah kedelai yang diminta 400 Kg. ketika harga kedelai naik menjadi Rp. 11.500 per Kg, jumlah kedelai yang diminta turun menjadi 300 Kg.  bagaimana fungsi kedelai di pasar…?????

Mudah ko cara menyelesaikannya sobat…. Diperhatikan dan cermati baik-baik ya….

Pertama – tama tentukan dulu yang mana P1, P2, Q1 dan Q2. Cara lihatnya mudah kok…
P / price atau  harga. P1 itu harga sebelum mengalami perubahan dan P2 harga setelah mengalami perubahan. Untuk Q / Quantitas / Jumlah pun demikian ya sobat…

Ok lanjut……

P1 = Rp. 10.500
P2 = Rp. 11.500
Q1 = 400 Kg
Q2 = 300 Kg

Setelah kita tentukan, tinggal dimasukan ke dalam rumus deh….



Dikali silang ya sobat…….

Begini jadinya…..

-100 ( P – 10.500) = 100 ( Q – 400 )
-100 P + 1.050.000 = 1.000 Q – 400.000

Berikut di tukar posisinya yang mempunyai variabel Q di pindah ke sebelah kiri sama dengan…

- 1.000 Q = 100 P – 400.000 – 1.050.000
- 1.000 Q = 100 P – 1.450.000

Bisa juga dibuat terpisah begini ya sobat…


Bisa di kecilkan atau langsung di bagi ya sobat….


Bagaimana sobat…Mudahkan ….?????

untuk fungsi penawarannya pun sama seperti mencari fungsi permintaan, yang penting sobat sekalian jeli dan teliti ya.....

B. MENGHITUNG ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Untuk menghitung elastisitas permintaan dan penawaran ada banyak rumus ya sobat,…
 tetapi aku hanya menggunakan satu rumus untuk menghitung elastisitas permintaan dan penawaran.
Berikut rumusnya :



Keterangan :

- Q’ (Q aksen)
Menentukan Q’ dengan melihat angka yang mempunyai variabel. Contohnya 2P atau 2Q berarti Q’-nya adalah 2

P = Price atau harga

Qd atau Qs = Fungsi Permintaan dan Fungsi Penawaran

Ok sobat… kita langsung ke contoh soalnya…..

Diketahui fungsi persamaan penawaran Qs = - 10 + 2 P. jika harga kayu Rp. 30, maka jenis elastisitas penawaran adalah ………

Sebelumnya kita cari dulu Qs-nya.




C. JENIS ELASTISITAS

Ok sobat….

Jenis elastisitas tidak terlepas dari menghitung elastisitas,  karena untuk menentukan jenis elastisitas harus terlebih dahulu menghitung elastisitas permintaan dan penawaran.

sebelum menentukan jenis elstisitas, kalian harus tahu terlebihdahulu jenis-jenis elastisitas.

Berikut jenis elastisitasnya :

Elastis = lebih dari satu  (Ed / Es =  > 1 )

Inelastis = kurang dari satu ( Ed / Es = < 1 )

Uniter = sama dengan satu ( Ed / Es = 1 )

Elastis Sempurna = Tak Terhingga

Inelastis Sempurna = sama dengan nol ( Ed / Es = 0 )

Mari kita melihat ulang jawaban soal menghitung elastisitas di atas



Berdasarkan nilai elastisitas permintaan yang diperoleh maka dapat di tentukan jenis elastisitasnya adalah “ Elastis “,  karena hasil penghitungan elstisitas adalah 1, 2 dan 1,2 lebih besar dari 1.

D. HARGA KESEIMBANGAN PASAR

Untuk mencari harga keseimbangan pasar itu mudah dan cara pengerjaannya pun muda juga, tergantung bentuk soalnya.
Begini ya sobat rumus harga keseimbangannya :

Qd = Qs

Keterangan :
Qd = Fungsi Permintaan
Qs = Fungsi Penawaran

Nah… sebelum kita lanjut ke contoh soalnya, untuk menyelesaikan atau menghitung harga keseimbangan pasar, penyelesaiannya panjang jika bentuk soalnya belum di ketahui fungsi permintaan dan fungsi penawarannya. Atau pun sebaliknya jika fungsi permintaan dan penawarannya sudah diketahui, maka cepat penyelesaiannya.

Berikut contoh soal yang belum diketahui fungsi permintaan dan penawarannya :
Pada tingkat harga Rp. 10, jumlah barang yang diminta sebanyak 10 unit. Sedangkan pada tingkat harga Rp. 2 jumlah barang yang diminta sebanyak 50 unit. Jika persamaan fungsi penawaran Qs = 5p – 10, tentukan harga keseimbangan pasar.
Penyelesaian :
Pada soal di atas sudah diketahui fungsi penawarannya, berarti tinggal di cari fungsi permintaannya sebagai berikut :



Ok sobat…. Kita sudah mendapatkan fungsi permintaannya. Sekarang kita lanjut mencari nilai P (harga)



Nilai P-nya kita sudah dapatkannya, sekarang kita mencari harga keseimbangannya…



Dari penyelesaian harga keseimbangan di atas sudah memenuhi ketentuan Qd = Qs atau 25 = 25

E. TITIK KESEIMBANGAN PASAR

Untuk titik keseimbangan pasar tidak terlepas dari harga keseimbangan pasar. Ketika kita sudah mendapatkan harga keseimbangan pasar, maka secara langsung kita dapat menentukan titik keseimbangan pasar.
Ketentuan dalam titik keseimbangan pasar adalah Q , P

Kita lihat dari menghitung harga keseimbangan pasar di atas sebagai berikut :




Dengan ketentuan titik keseimbangan pasar yaitu Q , P maka dapat di tentukan berdasarkan harga keseimbangan pasar 25 dan 7

KELAS X ( BAB. III PERAN PELAKU EKONOMI DALAM KEGIATAN EKONOMI )

Perhatian : download format word berada paling bawah pada artikel ini  

1.1.       Produksi

a.       Pengertian

Produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah nilai guna atau menciptakan benda baru yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

b.       Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi

1.       Sumber daya manusia (tenaga kerja)

2.       Sumber daya alam

3.       Modal

4.       Kewirausahaan

c.        Teori Prilaku Produsen

a.       Fungsi Produksi

Fungsi produksi menggambarkan hubungan fungsional antara jumlah faktor-faktor produksi (input) yang digunakan dan jumlah produk yang dihasilkan (output) per satu tahun waktu, tanpa memperhatikan harga faktor produksi ataupun harga produksi.

Secara sistematis :

Q = f (R, L, C, E)

Q = Quantity/jumlah barang produksi

F = Function/Simbol persamaan fungsional

R = Resources/sumber daya alam

L = Labour/tenaga kerja

C = Capital/modal

E = Entrepreneurship/kewirausahaan

b.       The Law Of Diminishing Returns

Pada teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan dengan hukum yang dikemukakan oleh david ricardo, “Jika ada (paling sedikit) satu input yang tetap (misalnya tanah atau mesin), dikombinasikan dengan satu input variabel (tenaga kerja) yang terus ditambah satu unit, output akan bertambah juga, mula-mula dengan tingkat pertambahan yang lebih dari proposional, tetapi pada titik tertentu tambahan hasil akan menjadi kurang dari proposional.

c.        Konsep Biaya Produksi

Semua perusahaan wajib mengeluarkan biaya agar barang dan/atau jasa dapat dimanfaatkan oleh konsumen.

Ada lima konep dasar yang dipelajari dari biaya produksi sebagai berikut :

1)       Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost / TFC)

Biaya tetap total adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah saat jumlah output/produk yang dihasilkan bertambah.

Contoh : biaya sewa tempat, gaji karyawan, biaya penyusutan peralatan/mesin yang telah dipakai.

2)       Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost/TVC)

Biaya variabel total adalah biaya yang jumlahnya berubah saat barang dan/atau jasa yang diproduksi meningkat.

Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku atau bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.

3)       Biaya Total (Total Cost/TC)

Biaya total adalah seluruh biaya atau pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk proses produksi. Biaya total merupakan jumlah biaya tetap ditambah biaya variabel.

 

Scara matematis :

 

TC = TFC + TVC

 

Keterangan :

TC    = Biaya Total

TVC = Biaya Tetap Total

TVC = Biaya Variabel Total

 

Contoh Soal :

Kobus mempunyai usaha produksi gerabah. Kobus mengeluarkan biaya untuk membayar gaji pegawai Rp. 10.000.000 dan sewa tempat usaha Rp. 5.000.000. Budi mengeluarkan biaya Rp. 25.000 untuk keperluan bahan baku setiap gerabah yang diproduksi. Berapa Biaya total yang dikeluarkan Kobus jika memproduksi 500 gerabah..??

 

Diketahui :

TFC = 15.000.000

VC = 25.000

Q = 500

Ditanya : TC …??

Jawaban :

Kita cari dulu TVC

TVC = VC x Q

        = 25.000 x 500

        = 12.500.000

TC = TFC + TVC

     = 15.000.000 + 12.500.000

     = 27.500.000

 

Berdasarkan contoh soal di atas, maka bisa disimpulkan.

Selain rumus dasar, masih ada rumus lain lagi.

 

Rumus dasar :

TC = TFC + TVC

 

Rumus baru yang muncul :

TC = TFC + (VC x Q)

 

Rumus Mencari Unsur di dalam biaya total :

 

Rumus mencari biaya total (TC) :

TC = TFC + TVC

Rumus mencari TFC :

TFC = TC – TVC

Rumus mencari TVC :

TVC = TC – TFC

Rumus mencari TVC bila dipisahkan (VC x Q) :

TC = TFC + (VC x Q)

Rumus mencari VC :

 

 

Rumus mencari Q :

 

 

4)       Biaya Rata-Rata (Average Cost = AC)

 

Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk. Untuk mengetahui biaya rata-rata dapat menggunakan rumus berikut :

 

 

Keterangan :

AC = Biaya Rata-rata (Average Cost)

TC = Biaya Total (Total Cost)

Q  = Kuantitas (Jumlah Produk)

 

Contoh Soal :

Kobus mempunyai usaha produksi gerabah. Kobus mengeluarkan biaya untuk membayar gaji pegawai Rp. 10.000.000 dan sewa tempat usaha Rp. 5.000.000. Budi mengeluarkan biaya Rp. 25.000 untuk keperluan bahan baku setiap gerabah yang diproduksi. Berapa Biaya total yang dikeluarkan Kobus jika memproduksi 500 gerabah..??

 

Jawab :

 

Jadi biaya rata-ratanya adalah 55.000

 

Biaya rata-rata terdiri atas biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-rata.

 

a)       Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost = AFC)

 

 

b)       Biaya Variabel Rata-rata (Average Variabel Cost = AVC)

 

 

Penyelesaian a)

 

 

Penyelesaian b)

 

 

5)       Biaya Marginal (Marginal Cost / MC)

 

Biaya Marginal adalah kenaikan biaya total yang disebabkan tambahan suatu unit output.

Secara Matematis :

 

Keterangan :

MC = Biaya Margina (Marginal Cost)

TC = Biaya Total (Total Cost)

Q  = Kuantitas (Jumlah Produk)

∆ (Delta) = Selisih / Perubahan

 

Contoh Soal :

Kobus ingin menaikkan kapasitas produksi usaha gerabahnya dari 500 menjadi 700 unit. Biaya total yang dikeluarkan naik dari Rp. 27.500.000 menjadi Rp. 41.000.000. berapa biaya marginal untuk memproduksi 700 unit gerabah?

Diket : Q1    = 500

             Q2   = 700

             TC 1 = 27.500.000

             TC 2 = 41.000.000

Ditanya : MC…???

Jawab : ∆Q = Q2 – Q1

                     = 700 – 500 = 200

∆TC = TC2 – TC1

        = 41.000.000 – 27.500.000 = 13.500.00

Hasil dari ∆TC dan ∆Q kita masukan ke dalam rumus.

 

Kumpulan Rumus Mencari Biaya Marginal (MC)

 

 

Rumus Untuk Mencari TC2 maupun TC1

 

 

Rumus Untuk Mencari Q2 maupun Q1

 

d.       Konsep Penerimaan

1)       Penerimaan Total (Total Revenue=TR)

Penerimaan total adalah jumlah keseluruhan penerimaan produsen dari hasil penjualan barang yang diproduksi.

 

 

Keterangan :

TR = Penerimaan Total (Total Revenue)

P   = harga barang (Price)

Q  = Kuantitas (Jumlah barang terjual)

 

Contoh Soal :

Misalnya budi menetapkan harga gerabah miliknya Rp. 75.000 per unit. Budi mampu menjual gerabah sebanyak 400 unit. Penghitungan penerimaan total atas penjualan gerabah 400 unit :

75.000 x 400 = 30.000.000

 

2)       Penerimaan rata-rata (Average Revenue=AR)

Penerimaan rata-rata adalah penerimaan produsen pada setiap hasil produksi yang terjual.

 

Keterangan :

AR = Penerimaan Rata-rata

TR = Penerimaan total

P  = Harga barang

Q = Kuantitas (jumlah barang terjual)

 

 

Dari contoh penerimaan total budi di atas penjualan gerabah sebanyak 400 unit. Dapat diketahui penerimaan rata-rata. Penghitungan penerimaan ratta-rata atas penjualan gerabah 400 unit.

 

3)       Penerimaan marginal (Marginal Revenue=MR)

Penerimaan marginal adalah tambahan penerimaan yang disebabkan tambahan jumlah produk yang dijual.

 

Keterangan :

MR = Biaya Margina

TR = Penerimaan Total

Q  = Kuantitas (Jumlah barang terjual)

∆ = Perubahan / selisi

 

Contoh soal :

Budi mampu menjual gerabah sebanyak 650 unit dengan penerimaan total sebesar Rp.42.000.000. pada periode sebelumnya, budi mampu menjual gerabah sebanyak 400 unit dengan penerimaan total Rp. 30.000.000. berapa penerimaan marginal yang dterima budi atas penjualan gerabah sebanyak 650 unit?

Pembahasan :

Diketahui :

Q1 = 400

Q2 = 650

TR1 = 30.000.000

TR2 = 42.000.000

 

Ditanya : MR

 

Jawab :

∆Q = Q2 – Q1

 = 650 – 400

= 250

∆TR = TR2 – TR1

= 42.000.000 – 30.000.000

= 12.000.000

 

 

e.        Titik Impas dan Laba Maksimum

1.       Break Even Point/BEP (Titik Impas)

Titik Impas (Break Even Poin/BEP) adalah suatu titik yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak memperoleh laba atau menderita kerugian.

Secara sistematis :

 

Keterangan :

TFC  = Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost)

P       = Harga Jual Per Unit/Satuan (Price)

AVC = Biaya Variabel rata-rata setiap unit/satuan (Avergae 

            Variabel Cost)

Q       = Jumlah Output atau produk yang dihasilkan

 

Contoh soal :

Perusahaan gerabah milik budi dalam proses produksinya memerlukan biaya tetap total (TFC) sebesar Rp. 15.000.000 dan biaya variabel rata-rata (AVC) setiap gerabah Rp. 25.000. harga jual gerabah setiap unit Rp. 75.000. berapa jumlah gerabah yang harus diproduksi juka perusahaan budi ingin mencapai titik impas (Break Even Point)?

Pembahasan :

 

 

2)       Laba atau Rugi

Laba terjadi jika TR >TC dan rugi terjadi jika TR<TC

Rumus menghitung laba/rugi sebagai berikut :

 

TR = P X Q

TC = TFC + TVC

Laba atau Rugi = TR – TC

Atau Laba atau Rugi = (P X Q) – (TFC + TVC)

 

Keterangan :

TR = Penerimaan Total (Total Revenue)

TC = Biaya Total (Total Cost)

P = Harga jual per unit/satuan (Price)

Q = jumlah barang yang terjual

TFC = Biaya tetap (Total Fixed Cost)

TVC = Biaya Variabel (Total Variabel Cost)

Laba = TR>TC

Rugi = TR<TC

 

Contoh Soal :

Perusahaan gerabah milik budi memproduksi gerabah sebanyak 500 unit. Dalam proses produksi, perusahaan gerabah tersebut mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp. 15.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp. 25.000 untuk tiap unit gerabah. Perusahaan tersebut mampu menjual gerabah sebanyak 450 unit dengan harga Rp. 75.000 per unit. Berapa besar laba perusahaan gerabah tersebut?

Pembahasan :

TR = P x Q

 = 75.000 x 450

= 33.750.000

TC = TFC + TVC

= TFC + (AVC x Q)

=15.000.000 + (25.000 x 500)

=15.000.000 + 12.500.000

=27.500.000

 

1.2.         Distribusi

a.       Pengertian

Distibusi adalah kegiatan menyalurkan hasil produksi berupa barang dan/jasa dari produsen kepada konsumen.

Pihak yang melakukan distribusi adalah distributor.

Tujuan kegiatan distribusi antara lain menyalurkan barang dan/atau jasa dari produsen kepada konsumen, mempercepat penyaluran barang dan/atau jasa hasil produksi dari produsen kepada konsumen, pemerataan hasil produksi secara merata kepada konsumen, menjaga kesinambungan kegiatan produksi dan memperoleh untung.

 

b.       Faktor yang mempengaruhi distribusi

Ø  Faktor pasar

Faktor pasar berkaitan dengan sasaran konsumen dari barang dan/atau jasa yang diroduksi.

Kegiatan distribusi yang berhubungan dengan faktor pasar dipengaruhi jenis produk yang diinginkan konsumen, letak geografis kosumen, jumlah konsumen, serta jumlah pesanan dan kebiasan konsumen.

Ø  Faktor barang

Faktor barang berhubungan dengan nilai barang yang didistribusikan, besar, dan berat barang, mudah rusaknya barang, kualitas barang, dan pengemasan barang. Hal ini berkaitan dengan sarana transportasi yang dimiliki distributor serta cara menjaga kualitas dan keutuhan barang saat dalam distribusi.

Ø  Faktor Perusahaan

Perusahaan perlu mempertimbangkan sumber dana yang dimiliki, pengalaman dan kemampuan manajemen perusahaan, serta pengawasan dan pelayanan dalam proses distribusi. Perusahaan yang memiliki sumber dana tinggi, pengalaman dan pengawasan yang baik dalam proses diatribusi dapat menyalurkan barang dan/atau jasa lebih cepat dan merata kepada konsumen.

 

c.        Mata Rantai Distribusi

Mata rantai distribusi merupakan jalur distribusi yang dilalui barang dan/atau jasa dari produsen hingga sampai kepada konsumen.

Penyaluran barang dan/atau jasa dari produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.

1)       Distribusi langsung

Distribusi langsung merupakan penyaluran barang dan/atau jasa dari produsen kepada konsumen secara langsung dari tanpa melalui perantara (pihak lain).

2)       Distribusi semilangsung

Distribusi semilangsung merupakan penyaluran barang dan/atau jasa kepada konsumen melalui pihak toko yang dimiliki produsen sendiri.

3)       Distribusi tidak langsung

Distribusi tidak langsung merupakan penyaluran barang dan/atau jasa dari produsen kepada konsumen melalui pihak lain (perantara) seperti agen, toko, dll.

 

d.       Pelaku Distribusi

Pada dasarnya pelaku distribusi yaitu mereka yang terlibat dalam kegiatan distribusi, seperti pedagang (pedagang besar, pedagang kecil, agen, makelar, komisioner, eksportir dan importir).

 

1.3.         Konsumsi

a.       Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai serta manfaat suatu barangg dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pihak yang melakukan konsumsi adalah konsumen. Tujuan manusia melakukan konsumsi antara lain memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani, memperoleh kepuasan maksimal serta memperoleh penghargaan dari orang lain.

 

b.       Faktor yang mempengaruhi konsumsi

Ø  Pendapatan

Ø  Perkiraan harga mendatang

Ø  Harga barang yang bersangkutan

Ø  Iklan

Ø  Ketersediaan barang dan jasa

Ø  Selera

Ø  Mode

Ø  Jumlah keluarga

Ø  Lingkungan sosial budaya

 

c.        Teori prilaku konsumen

Konsep pilihan merupakan perilaku mendasar dari konsumen.

Apapun ungkapan perasaan yang berkaitan dengan kata-kata puas, terhibur, atau bangga, semuanya tercakup dalam kata utility.

Utilitas (utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang.

 

1.4.  Pelaku Kegiatan

1.       Pelaku-pelaku ekonomi

a.       Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Kegiatan yang dilakukan oleh RTK adalah menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa yang diperoelh dari rumah tangga produsen lewat perantara pasar output/pasar barang.

b.       Rumah Tangga Produsen (RTP)

RTP memiliki kegiatan utama sebagai penghasil barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

RTP sangat ketergantungan pada Rumah tangga konsumen sebagai penyedia faktor produksi.

c.        Rumah Tangga Negara (RTN/Pemerintah)

Kegiatan ekonomi disuatu negara tidak terlepas dari peran rumah tangga negara atau pemerintah. Pemerintah mengatur, mengendalikan dan mengawasi kegiatan ekonomi suatu negara.

d.       Masyarakat Luar Negeri (MLN)

Masyarakt luar negeri yaitu kelompok pelaku ekonomi dari negara lain. Kehadiran produk impor diindonesia menunjukkan adanya kegiatan ekonomi masyarakat luar negeri dalam perekonomian nasional.

 

2.       Interaksi Antar Pelaku Ekonomi (Circular Flow Diagram)

Inetraksi antar pelaku ekonomi meliputi kegiatan penyerahan dan pembayaran yang berlangsung terus menerus dan menimbulkan siklus interaksi yang dikenal dengan istilah circural flow diagram.

Circular flow diagram merupakan interaksi timbal balik dalam kegiatan perekonomian sehingga membentuk sistem tertentu yang diwujudkan dalam arus melingkar. Melalui circular flow diagram dapat diketahui posisi dan siklus perputaran uang, barang dan jasa antar pelaku kegiatan ekonomi baik dalam perekonomian dua sektor, tiga sektor, maupun perekonomian empat sektor.

 

 

 

 

Klik : Download format word

BAB V. KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL

 (Link download materi format word berada paling bawah pada artikel ini) A.     KEBIJAKAN MONETER 1.       Pengertian kebijakan moneter ...